Ramadhan yang berisik

 Ramadhan yang berisik

Terlalu letih telinga ini mendengar kata Anjing, goblok, tolol dari rumah sebelah. Selama Ramadhan ini yang saya rasakan adalah kekesalan yang amat besar. Bagaimana tidak waktu untuk beristirahat dipakai untuk mendengarkan ocehan mereka yang tak kunjung berhenti, terlebih lagi diucapkan secara lantang dan jelas. Ternyata malam saja tidak cukup bagi mereka karena pada siang harinya akan bergilir.

Hidup seorang janda dengan ketiga anaknya 2 laki-laki dan 1 perempuan. Mereka biasa disapa Ibra, Dava dan Eneng. Saat pagi menjelang siang Eneng dan sekumpulan temannya yang beradu argument mengenai pacar, tiktok, Youtube dengan usianya yang menginjak kelas 6 SD. Sore harinya terkadang ibu mereka yang berkaroke ria tak cukup hanya 2-3 waktu saja, sampai malam pun bergantian kakak laki-lakinya Bernama Ibra dan Dava. Mereka tidak melanjutkan pendidikannya, entah kenapa mereka memutuskan hal tersebut. Malam hari mereka bermain FF atau MLM sampai suara pada permainan itu keluar dari jendela kamarnya dan menembus dinding kamar saya ternyata tak cukup mereka juga memulai memutarkan music menggunakan speaker Bluetooth Bersama sekupulan temannya yang sederajat, betul mereka tidak melanjutkan pendidikannya lagi. Evan adalah sepupunya dan Rama adalah teman satu kampung. Beberapa kali saya tegur ternyata tidak membuatnya takut dan malu tak hanya keanaknya saya juga berbicara pada ibunya. Ibunya menyadari akan hal tersebut tapi seakan-akan tidak digubris malah saya yang disuruh tegu raja kalau berisik. “gak mungkin dong saya tegur setiap hari, capek juga. Terlebih lagi saya juga pagi-pagi kerja.” Ucap saya pada ibu tersebut.

Saya pribadi gak masalah mau sekenceng apa suara itu, tapi jika waktunya manusia beristirahat seharusnya tahu akan norma tersebut. Ramadhan ini terlalu berisik dan melelahkan disbanding sebelumnya.

Terlintas dipikiran bahwa Memang berapa harga earphone? Tidak sampe 20rb juga apa susahnya untuk membeli.

Mungkin mereka tidak ada uang?

Pertanyaan konyol. Bagaimana mereka tidak punya uang sedangkan rumahnya baru dibangun dan memiliki motor 2 buah? Apakah earphone yang harganya belasan ribu terlalu berat bagi mereka untuk membelinya?

Sekarang apa yang harus saya lakukan ke depannya? Sedangkan saya tidak mau kegiatan ini terus menerus terjadi, karena saya juga manusia butuh istirahat, mesin aja butuh istirahat kan?

Apakah saya harus lapor ke ketua RT? Menegur para orang tua yang anaknya terlibat dalam perkumpulan tersebut? Atau membalas dendam dengan menyetel music secara lantang?.

Ketua RT atau RW nya terlalu memilih terhadap warganya. Menegur orang tuanya? Apakah saya yang akan dimaki? Terlebih lagi saya juga tidak tau dimana rumahnya? Menyetel music secara lantang ? berujung sama kaya mereka.


Komentar

Postingan Populer