Opini : Child Free
Sumber : pinterest.com
Halloo!
Kali ini mau bahasa tentang perspektif aku yang lagi hype banget di internet yaitu CHILD FREE. Aku bukan siapa-siapa pengen nulis aja tentang hal tersebut karena menarik.
Salah satu influencer Gita Savitri yang menghebohkan pengguna internet. Menurut aku sih ya, masyarakat juga kenal dengan istilah child free ini dari influencer tersebut deh. Karena memang sebelumnya topik ini jarang banget bermunculan di media sosial terlebih lagi di Indonesia, karena tanah air sendiri memiliki anutan "banyak anak banyak rezeki". So, kali ini bakalan bahas ke beberapa sudut, tapi gak mau menyudutkan.
Karena ini perspektif aku, maka semuanya dari sudut pandang aku.
Intro dulu kali ya. Awal mula tau Gita Savitri itu, karena salah satu program Ramadhan gitu di Net TV, dengan pembawa acaranya Gita yang jalan-jalan di luar negeri gitu, pastinya kalau Ramadhan berbau unsur Islami ya. Kemudian, karena influencer tersebut punya bisnis pakaian yaitu Tesavara jadi tambah tau dan lagii pernah nonton movie tentang Gita Savitri judulnya RENTANG KISAH, Rate menurut aku 7,5/10.
Kembali ke topik awal, apa sih childfree itu? Kalau di google sih gini "Childfree adalah gaya hidup yang mengacu sebuah keputusan seseorang atau pasangan untuk tidak mempunyai keturunan, baik kandung, mengadopsi anak, atau lainnya."
Untuk membuat keputusan tersebut harus dipikirkan dengan matang, karena punya resiko tersendiri.
Kalau menurut aku sih ya, tanpa menyudutkan sisi mana pun, sebenarnya keputusan tersebut ya terserah manusia yang menjalankan, mau itu punya anak atau tidak, yah itu urusan mereka. Tapi kan konten ini bisa dibilang sensitif di Indonesia, dengan masyarakat yang punya anutan seperti "Banyak Anak banyak rezeki", "Anak adalah Anugrah, "Anak adalah titipan Tuhan" dan lainnya.
Mau bagaimana setiap manusia merasakan kehidupan yang berbeda-beda, yah dengan punyanya anak, rezeki keluarganya tambah lancar, dengan adanya anak rumah tangga makin seru dengan ada nya anak kita dipercaya oleh Tuhan untuk menjaga salah satu ciptaanNya.
Tapi yang jadi masalah itu, cara penyampaian Gita Savitri saat melontarkan opininya tentang ia dan suami memilih untuk tidak memiliki anak, yang menyakiti perasaan masyarakat di Indonesia khususnya seorang ibu.
Kalau aku mengartinya kaya gini sih, kenapa Gita Savitri dan suami memutuskan untuk childfree yah karena mereka punya pandangan tersendiri tentang ANAK itu seperti apa. Mungkin ya, aku gak tau ini hanya teori-teori yang ada di kepala aku, MUNGKIN seorang Gita dan Paul punya rasa tersendiri ketika mereka masih menjadi seorang Anak yah nyata nya mereka tetap masih menjadi Anak bagi kedua orangtuanya. Mereka yang mengerti tentang perasaan mereka tersendiri, terhadap mungkin orangtua mereka atau bahkan tentang ia "peduli" terhadap dunia, bahwa populasi manusia di dunia itu meningkat tajam pastinya terus berkembang. Atau bahkan kebanyakan nih di Indonesia tersendiri kurangnya pengetahuan tentang Parenting, setelah Gita mempelajari ia merasa takut akan menjadi ibu "gagal".
Karena kenyataannya mengurus makhluk hidup itu gak gampang terlebih lagi makhluk hidup ini punya akal, yang gak bisa hanya di kasih makan, di ajak jalan-jalan keluar rumah. Manusia harus didik dan usahanya pun gak gampang, berat banget. Memang betul ada beban yang harus di tanggung, TAPI kalau udah jadi keputusan kedua pasangan yah pasti dibawanya happy aja, bebannya gak berat tapi jadi ringan. Ibarat gini kali ya, kaya kita sedang bekerja, kalau kita merasa tertekan yah beban kerjaan itu terasa berat, tapi kalau kitanya enjoy mengerjakan kerjaan yah dibawa santai aja. Beban atau tidak kembali lagi kepada masing-masing pasangan.
Jadi aku lihat di youtube ia lagi live di Instagram dan berkata bahwa "yah bagi lo ngurus anak gak stres, tapi bagi gw itu stres".
Sebenernya point ini kembali lagi, apakah kita siap atau tidak untuk memiliki anak. Mental menjadi faktor utama untuk memutuskan hal tersebut. Jika tidak siap pasti bakalan stres, mumet pikiran. Tapi kalau kita mendambakan seorang anak dan siap yah pasti dibawa enjoy, happy!
Menurut aku satu hal yang memang calon orangtua itu harus tau, apakah ia siap atau tidak. Karena dengan memiliki anak pasti tanggung jawab yang akan diemban juga berat. Aku pribadi akan memilih seperti ini, jika memang siap go head, tapi kalau tidak jangan coba-coba, karena yang akan merasakan hal itu semua adalah ANAK, ANAK AKAN MENJADI KORBAN.
Kalau menurut aku ya, dengan memiliki anak kita benar-benar merasa hidup karena apa, ada tantangan tersendiri dalam mengurus anak, ada perasaan tersendiri. Seperti ketika anak bisa berjalan, sudah bisa makan sendiri dan lain sebagainnya.



Komentar
Posting Komentar