Curhatan Hati : Pengalaman 1 tahun saya bekerja di bawah tekanan dan penuduhn tiada habis serta perbedaan sikap atasan yang memutuskan untuk resign.
Sumber : pinterest.com
Saat itu saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan sebelumnya, karena masalah atasan yang membawa hal pribadi masuk ke dalam pekerjaan. Setelah mengganggur sekitar 2 bulan, ada tawaran yang datang.
Awal nya excited karena gaji yang di dapat lebih besar dan jam kerja cenderung sebentar dibanding sebelumnya. Selang 1 bulan, ada tambahan kerja yang membuat saya datang lebih awal dan dapat uang tambahan cukup besar bagi saya.
Hari terus bergulir, saya memperhatikan bahwa saya memiliki atasan dan lingkungan yang membuat pekerja merasa tertekan. Hal ini membuat saya pribadi kesusahan untuk "bernafas". Mulai dari omongan di lingkungan yang gila banget, padahal orang tersebut punya gelar "Haji" yang selalu dibangga-banggakan, atasan yang membandingkan tapi tidak membuat berkembang yang cenderung menjatuhkan, dituduh dalam beberapa keadaan, tekanan yang membuat saya gelagapan dalam berkomunikasi, ketidak jelasan dalam job desc, sampai imajinasi kreativitas menurun. Mentok ini otak!, dan yang lebih mindblowingnya tempat kerja dijadikan satu dengan gudang. Gak habis pikir. Yah memang, jika diibaratkan Sepak bola yah saya hanya sebatas pemain cadang, antara ada dan gak ada. Syedih.
Kerjaan apapun saya lakukan, tetapi makin ke sini rasanya aneh, untuk bertahan. Maka dari itu saya memutuskan untuk resign karena gampang untuk dijadikan kambing hitam bagi mereka.
Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari pekerjaan ini, salah satunya harus berani untuk berkata apapun itu, dalam berbicara harus percaya diri dan tegas!.
Catatan : Saya tau bahwa yang membuat saya merasa terbebani itu ketika diri ini merasa TAKUT. Takut berbuat yang berujung kesalahan. Karena ketika berbuat salah feedback yang diberikan bukan untuk memperbaiki tapi menjudge bahwa "SAYA SALAH, DAN TIDAK BERKOMPETEN". Tidak membangun rasa percaya diri dan akhirnya merasa terbebani. Perkataan yang membuat saya merasa berkecil hati.



Komentar
Posting Komentar