MAMA?

 

Sumber : pinterest.com

"Assalamualaikum" membuka pintu.

Aku melihat mama yang sedang duduk diatas kasur menghadap jendela. "Ma.. kaka udah pulang".

"Iya.." jawab suara lembut mama.

Lantas aku melangkahkan kakiku ke anak tangga menuju kamar.

...

"Hari ini mama masak apa ya" gumam ku yang menuruni anak tangga.

"Ma?" Teriakku

Aku mencoba mencari mama di dalam kamar dan ternyata tidak ada. "Mama kemana sih, apa pergi ke rumah Bu Ayu?".

Aku memasak sosis yang tersedia didalam kulkas, tetapi bel rumah berbunyi.

Kriiing.. kriiing.

Aku berjalan menuju pintu. Dan ternyata..

"Paket kak"

"Oh.. iya pak, terima kasih". Mengambil paket yang diberikan oleh kurir.

Aku pun melanjutkan makan siang yang sempat tertunda. Namun, tak lama pintu utama terbuka. "Assalamualaikum" 

"Waalaikum salam. Mama dari mana?" Tanya penasaranku

"Dari Pengajian."

"Kok gak bilang sama kaka sih, biasanya mama kan bilang"

"Kamukan sekolah kak. Tadi kamu bilang sama mama mau pulangnya sore"

"Gak jadi ma. 

Aku tadi liat mama kok lagi duduk di kasur."

"Jangan ngarang kamu kak. Mama perginya sebelum kamu dateng kok. Mama berangkat jam 11.00 lo. Sekarang jam 13.00"

"Bener ma, kaka gak bohong. Tadi.." ucapanku terpotong karena adikku datang.

"Assalamualaikum" ucapnya yang membuka pintu.

"Waalaikum salam" jawabku dan mama.

"Gimana hari ini sekolah nya dek?" Tanya mama

"Banyak tugas ma, adek ke kamar duluan ya" menaiki anak tangga.

"Iya. 

Kak mama ganti baju dulu ya. Kalau kamu mau kue mama udah beli, ambil aja di dalam kulkas"

"Iya ma.." jawabku

"Kalau mama dari pengajian, tadi itu siapa dong? Papa gak mungkin kan, mobil papa juga gak ada. Adek apa lagi. Apa jangan-jangan maling?" Gumamku dengan heran.

...

Aku mengetuk pintu kamar mama.

"Ma.. kaka masuk ya"

"Iya"

Aku membuka pintu dan melihat mama yang sedang membereskan lemari pakaiannya.

"Kenapa kak?"

"Mama, kehilangan benda gak?" Tanyaku

"Kayanya Gak ada yang hilang. Ada apa kak?"

"Coba deh, mama cek dulu" dengan nada yang memaksa

"Mama sudah cek. Tadi mama liat kok saat beres-beres. Kamu kenapa kak?"

"Kaka cuma mau mastiin aja. Yaudah kaka balik lagi ke kamar" menutup pintu.

...

Keesokan hari nya.

Mencium tangan Papa. "Pa, doain kaka ya semoga ulangan hari ini nilainya A+"

"Aamiin. Hati-hati ya Kak" 

"Iya" turun dari mobil.


Bel pulang berbunyi.

"Dita hari ini kita kerja kelompoknya dimana?" Tanyaku

"Di rumah gw aja" jawab Bella.

"Okay"

Aku dan teman-temanku pergi ke rumah Bella untuk kerja kelompok. Tak terasa jam menunjukan angka 05.00 (sore).

"Gw duluan ya guys" ucapku yang memakai helm ojol.

"Bye, hati-hati"

...

"Rumah cat warna hijau ya pak, berhenti di rumah itu"

"Siap kak"

Aku turun dari motor dan membuka pagar rumah.

"Sepi banget. Biasanya mama kalau sore nyiram bunga" gumamku.

"Assalamualaikum" ucapku yang membuka pintu utama.

"Sepi banget. Lampu belum dinyalain" aku menaikkan saklar lampu dan berjalan menuju kamar.

Aku melihat mama yang sedang menatap kulkas "Ma.. kaka pulang".

Namun tidak ada respon.

Aku terus melangkahkan kaki ku menuju kamar.


"Astaghfirullah, udah sore aja" ucap mama yang bangun dari kasur dan membuka atasan mukena.

Mama dengan cepat menyalakan lampu dan menutup jendela diseluruh ruangan.

Suara adzan pun berkumandang yang menunjukan waktu shalat magrib.

Mama mengetuk pintu kamar adik.

"Dek, yuk sholat berjamaah bareng"

"Iya ma." Membuka pintu.

"Kaka udah pulang?" Tanya mama

"Kayanya udah ma, tadi adek denger pintu kamarnya"

Mama mengetuk pintu kamar ku.

"Kak, yuk kita shalat bareng"

"Iya ma. Mama turun aja duluan, nanti aku nyusul" teriakku

"Yaudah. Mama tunggu ya"

Aku turun menuju ruang shalat. Kami pun shalat berjamaah.

"Alhamdulillah. Kita makan yuk" ajak mama

Kami makan malam bersama, tak lama papa pulang. Kami menonton dan bercerita tentang hari ini. Jarum jam terus berjalan menunjukan pukul 09.30.

...

Seperti biasa aku sering bangun di tengah malam untuk mengambil air minum ataupun sedikit camilan.

Akupun langsung turun menuju dapur. Aku melihat mama yang sedang duduk di sofa ruang tamu.

"Loh mama jam segini belum tidur, biasanya udah tidur." Gumamku

Aku mengambil susu kotak dan sedikit kue didalam kulkas, tetapi saat aku melihat ke arah ruang tamu, sosok mama tidak ada. Pada saat itu aku berpikir "mungkin mama udah masuk ke dalam kamar".

Aku menaiki tangga menuju kamar, dan aku menengok ke arah bawah tepat di dapur, aku melihatnya lagi, mama pun menatap ku. Aku langsung berlari menuju kamar.

...

"Pagi ma, pa" ucapku yang menuruni anak tangga

Aku narik kursi dan duduk di hadapan mama.

"Ma, tadi malam.. mama bangun gak?"

"Enggak. Kenapa kak?"

"Gak sih.. kaka cuma nanya aja"

"Masa iya, rumah ini ada penunggunya. Apa aku cerita aja ya ke mama, papa" gumamku

"Kamu kenapa kak?" Tanya papa

"Um... gak ada apa-apa pa"

"Yaudah selesaikan sarapannya, setelah itu kita pergi ke sekolah" ajak papa.

...

"Assalamualaikum. Ini rumah sepi banget" menutup pintu.

Aku berjalan menuju kamar. Setelah mandi dan shalat ashar aku turun ke dapur untuk makan.

"Sini kak duduk, mama udah masak" suara lembut mama

"Mama lagi sakit, kok mukanya pucat banget?"

Mama menggelengkan kepala dan berjalan menuju kamarnya.


Setelah makan aku mengetuk kamar adik.

"Dek, kamu udah makan?" Membuka pintu

"Belum kak"

"Sana makan, tadi mama masak loh. Masih ada lauknya tadi kaka sisain"

"Apaan sih kak. Orang mama pergi ke minimarket kok mau beli nugget"

"Hah? Tadi kaka liat mama kok, masak ikan."

"Ikan dari mana? Jangan ngada-ngada deh kak"

"Kaka serius dek. Ayo deh kita buktiin aja"

Aku dan adik turun ke dapur dan melihat diatas meja makan ternyata lauk yang aku maksud tidak ada.

"Tuh kan. Kaka bohong"

"Serius dek, kaka tadi makan loh, barusan aja. Kaka sisain lauknya untuk kamu"

"Kak jangan ngada-ngada deh"

"Yaudah kaka buktiin lagi, mama ada di kamar"

Ketika aku membuka kamar mama ternyata mama tidak ada. Suhu AC di dalam pun terasa dingin sekali.

"Tuh kan, mama gak ada" jawab tegas adek

"Serius dek. Trus kalau bukan mama yang kaka temui siapa dong."

"Kak jangan buat adek takut dong"

Aku dan adik lari pergi ke luar rumah.

"Kak, kaka bawa hp kan?. Ayo dong telpon mama"

"Iya iya sebentar" aku mencari kontak mama dengan tangan bergetar.

As...Assalamualaikum ma/ waalaikum salam. Kamu kenapa kak?/mama cepetan pulang dong kaka sama adek takut nih/takut kenapa? Kamu gak papa kan kak?/pokoknya mama cepetan pulang/iya iya, mama langi ngantri di kasir, bentar lagi mama pulang.

"Tu.. tuh kan bener kata adek mama ada di minimarket"

Aku menggigit jariku dan adik terus menggenggam tangan kiriku.

Tak lama, mama pulang dan aku serta adik bercerita tentang kejadian hari ini. 

Mama sempat tak percaya perkataan aku tetapi setelah melihat raut wajah aku dan adik mama berkata "Yaudah, nanti mama cerita ke papa ya soal hari ini"

...

Malam ini papa bangun dari tidurnya dan pergi ke dapur untuk mengambil air minum dan shalat tahajud.

"Loh ma, kok udah ada di dapur aja" kata papa, yang melihat mama yang sedang menatap kulkas. Saat mama membalikan badannya.

"Astaghfirullah haladzim!" Teriak papa yang terdengar sampai kamarku.

Papa terus membaca kalimat Allah. Aku adik turun menuju dapur dan mama keluar dari kamar nya.

Sosok mama akhirnya pergi setelah mendengar kalimat Allah.

"Ada apa pa?" Tanya mama dengan heran.

"Astaghfirullah, Allahu akbar" ucap papa dengan suara pelan

Aku, mama, papa dan adik duduk di meja makan dan mendengar cerita sebenarnya.

"Astaghfirullah. Tadi anak-anak juga melihat sosok seperti mama pa" ucap mama

"Astaghfirullah, yaudah nanti besok papa panggil pak ustad ya. Hari ini kita shalat tahajud dulu"

...

Keesokan tepatnya hari Sabtu papa memanggil ustad untuk datang ke rumah. Dan ternyata alasan kenapa sosok menyerupai mama terus menatap ke arah kulkas. Karena tepat dibawah lantai kulkas terdapat tulang belulang ternyata itu adalah jasadnya dan bayinya. Pak ustad dan papa pun mengubur mereka dengan layak di TPU sekitar rumah.

"Alhamdulillah, terima kasih pak ustad"

"Hari ini dan seterusnya, mohon bapak dan ibu jika sedang mengaji doakan juga jasad tersebut."

"Insyaa Allah, saya dan istri  akan lakukan"

"Saya pamit dulu. Assalamualaikum"

"Waalaikum salam" jawab kami semua.

"Berarti sosok mama udah gak ada lagikan pa" tanya aku

"Semoga saja. Ingat pesan pak ustad kita juga tetap mendoakan dia"

- Selesai.


Tiba-tiba ide ini muncul. "Kayanya mau coba buat genre horor deh" jadilah  cerita ini. Semoga kalian suka.

Terima kasih sudah membaca. Love y'all.

Komentar

  1. arghh, aku sukaa horror!!
    dan setiap misteri yang mengikutinya. buatku paling seru bagian diterror-nya dan pas waktu pengungkapan misteriii ><

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmm.. tapi kenapa si hantu harus berpura-pura, menyerupai sosok ibu?

      Hapus
    2. ah! apa karena si hantu sendiri juga seorang ibu?

      Hapus
    3. SURE! Karena Hantunya seorang Ibu. Thank you udah bacaa. BIG HUG.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer